Laman

Bahagia Dunia dan Akhirat

Orentasi pendidikan seorang muslim adalah menggapai kebahagian dunia dan juga meraih kebahagian akhirat.

Pendidikan Keluarga

Pendidikan pertama kali dikenal seorang anak adalah di lingkungan keluarga.

Pendidikan Karakter

Pendidikan diperlukan pembiasaan sehingga membentuk karakter yang sejati.

Pendidikan Sekuler

Pendidikan yang hanya berlandaskan mutlak pada prinsip-prinsip manusia maka akan melahirkan pendidikan yang sekuler

Pendidikan Jiwa

Pendidikan berlandaskan pada hakikat keberadaan manusia di dunia.

Wednesday, November 16, 2016

Anggota DPRD kalbar : Madrasah Ibtidaiyah Desa Serunai Sambas Lebih Mirip Kandang Ternak


ZonaPendidikan- Bangunan madrasah ibtidaiyah desa serunai kecamatan salatiga kabupaten sambas bisa dikatan tak pantas disebut sekolah itu hanya berdinding papan. Dindingnya juga tidak cukup tinggi menutp seluruh bangunan, yang tingginya mencapai 3,5 meter. Tinggi dinding papannya, diperkirakan hanya 1,50 meter saja. Hanya cukup setengah bangunan utuhnya. Cuma bisa menutupi tinggi anak-anak murid. Untuk orang dewasa akan terlihat bagian kepalanya saja.

Jumlah kelasnya juga sedikit. Hanya terdiri dari dua ruangan saja.ukurannya juga tidak sperti bangunan sekolah pada umumnya, yakni hanya 6 x7 meter. Dua ruanga kelas tersebut selain berfungsi menjadi tempat belajar mengajar 11 murid, juga aktivitas perkantoran guru yang mengajar.

Selain itu, dinding papan sekolah juga sudah uzur dimakan usia. Dindingnya banyak bertanggalan karena dimakan usia. Tidak pernah ada warna cat baru. Hanya terlihat dinding bangunannya bolong dimakan rayap. Yang mirisnya ternyata sekolah itu tidak berlantai. Yang nampak hanya tanah hitam eski ada tanah kuning dan batu-batuan kecil. Tanaha kuning dan sedikit batu tersebut merupakan sumbangan warga sekitar.

Samsudi, tenaga honorer, pengajar, sekaligus kepala sekolah tak menolak sekolahnya disebut bangunan tak layak disebut  tak layak sekolah.” Emang begitu kenyataannya. Mudah-mudahan ada bantuan, ujarnya.

Selain tanapa dinding papan dan lantai, meja kuri dan bangku madrasah juga terlihat rusak dan uzur. Di dalam bangunannya saja, hanya terlihat 1 atau 2 meja kursi saja. Meja kursi tersebut menjadi saksi tempat murid an uru menlis. Tak ada perbedaan kursi dan meja guru, ukuran sama saja.

Sementara itu dinding papan tulis yang biasanya berwarna hitam pekat juga kelihatan kecil dan memudar. Buat menulis dengan kapur tulis sepertinya tidak terlihat jelas lagi. Hanya, kondisi tersebut tak mematahkan semangat 11 para pejuang kecilnya menimba ilmu. Mirip film laksar pelangi dari negeri bangka belitung.

Samasudi bercerita, sekolah tersebut peninggalan zaman order baru, sejak tahun 1980. Pada eranya sekolah ini pernah mencetak prestasi membanggakan. Selian prestasi olahraga, seni budaya juga pernah anak-anak didiknya tahun 2001 meraih perint ke delapan untuk ujian nasional (unas) tingkat kabupaten. “ waktu itu murid-muridnya masih banyak. Dulu sampai 109 murid,”ujarnya.

Seiring waktu, ternyata bangunan sekolah tidak tambah membaik. Bangunan sekoolah dengan luasan tanah mencapai 920 meter, pelan-pelan ditinggalkan murid-murid. Dari yang dulu 109 siswa, pelan-pelan menjadi 89 siswa. Karena makin lapuknya bangunan, tinggal bertahan 11 siswa.

Bukannya orang tua tidak mau menyekolahkan anak-anaknya ke madrasah ibtidaiyah, tetapi memang bangunannya, pelan-pelan bukan mirip bangunan sekolah.” Di tempat kami, justru yang tidak mau sekolah adalah anak-anak muridnya. Mereka bilang bangunan sekolah jelek. Ya begitulah kondisinya,”tutur dia.

Samsudi sendiri, bukannya tanpa usaha memperjuangkan agar sekolahnya bisa mendapat bantuan. Beberap akali, ia pernah bertanda ke dinas pendidikan dan kementrian agama RI di kabupaten sambas meminta bantu. Sayang peliknya urusan wakaf tahah, membuat pemerintah urung membantu. Baru tuntas kepemilikan lahan tahun 2013 kemaren.

Sekolah juga sudah tiga kali mengalami perpindahan lokasi. Sebab lahan-lahan tersebut merupakan lahan kepemilikan pribadi. Tidak ada yang diwakafkan benar-benar milik masyarakat untuk sekolah. Baru tiga sampai empat tahun lalu dengan luasan hampir 1000 meter tuntas semua. Tetap saja belum ada bantuan.

Di media sosial facebook samsudi juga gencar promosikan sekolahnya. Makanya beberapa kali wakil rakyat pernah datang ke tempatnya. Salah satunya subhan nur (anggota dprd kalbar). Subhan berjanji mengumpulkan dan dari kawan-kawan untuk memperbaiki dan menambah bangunan sekolah di lahan kosong.”mudah-mudahan terwujud,”pintanya.
Selain memperjuangkan bangunan, samhudi juga pernah menambah tenaga pengajar honorer. Dulu waktu jayanya, tenaga pengajar sampai beberapa orang  itu karena ada dana tambahan seperti dari BOS.
Sekarang dengan kondisi 11 siswa, cukup tenaga pengajarnya satu saja.” Mau dibilang apa. Yang penting tetap semangat saja. Kita harus berisikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,”ujarnya.

Samsudi sendiri tercatat sebagai tenaga honorer dari tahun 1989. Sudah 27 tahun usianya dihabiskan untuk mengajar Madrasah Ibtidaiyah. Dengan segala keterbatasan dan status tidak jelas, tidak pernah menjadi persoalan bagi dirinya.” Mau diangkat ya syukur. Mau tidak mau bagaimana lagi. Saya juga sudah berjuang untuk pribadi saya. Tetapi Allah swt belum berhendak,” katanya bijak.

Anggota DPRD kalbar subhan nur, menyatakan, bangunan sekolah tersebut lebih mirip kandang ternak dibandingkan bangunan sekolah. Subhan nur belum lama ini berkunjung langsung ke sekolah tersebut. Dia mengaku miris mengetahui kondisi sekolah itu.” Tenaga guru hany asatu saja. Samsudi kepala sekolah, pengajar, juga tenaga administrasi. Sudah honor sejak tahun 1989. Belum diangkat-angkat sampai sekarang,” tutur subhan bercerita.

Di sisi lain, kegiatan bertatap muka juga dilakukan siswa dan guru di atas tanaha. Murid-murid yang bersekolah, ,juga kebanyak hanya memakai sanda jepit dan tanpa alas kaki,” sudah biasa. Sekolah kampung namanya meskipun letaknya tidak jauh dari ibukota kecematan,” katanya lagi.

Politisi kalbar ini meminta di tengah gencarnya pemerintah membangun dunia pendidikan, harusnya diimbangi membangun sekolah-sekolah pinggiran, pendalaman atau perbatasan. “masih banyak sekolah-sekolah model begini. Pemerintah harus terbuka matanya,”ungkapnya.

Ia sendiri berjanji akan membantu pendanaan bangunan sekolah, baik dari kantong pribadi maupun donatur lain. Sejumlah rekannya sudah menyatakan bersedia menyumbang, melihat mirisnya bangunan sekolah.

sumber: Koran Pontianak Post 16/11/15

Wednesday, November 9, 2016

Pembukaan CPNS 2016 Kementrian Mendikbud dan Kemenag Ditunda?

ZonaPendidikan- Anda berangan-angan jadi abdi negara? Ada baiknya simak informasi sebagaimana tertuang dalam surat kementrian PANRB No. B/3656/M.PAN-RB/11/2016.

Pemerintah menegaskan tak ada pengadaan Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) dalam kurun waktu dekat. Rekruitmen akan ditunda hingga tahun depan (2017).

Dalam surat yang ditandatangani menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (PANRB) Asman Abnur pada selasa (8/11), penundaan ditujukan untuk pelaksanaan rekuitmen CPNS jalur umum di instansi pusat.

Setidaknya, ada 32 kementerian/ lembaga yan ditunda pengadaan CPNS-nya hingga tahun depan. Adapun di antaranya, kementrian ksehatan, kementerian pendidikan dan kebudayaan, kementrian Ristek dikti, kementrian ketahan, kementerian desa, PDT dan transmigrasi, kementrian perubungan, kementrian perindustiran, kementrian PUPR, kementrian ESDM, kementrian pertanian, kementrian kelautan dan perikanan, LIPI, BMKG, dan lainnya.

“penundaan diputuskan setelah dilaporkan terlebih dahulu kepada presiden. Merujuk pul pada arahan presiden dalam rapat kabinet terbatas sebelumnya pada tanggal 24 oktober 2016, dan hasilnya rapat koordinasi tingkat kementrian terkait pada senin (7/11),” tutur Asman dalam keterangan resiminya kemarin (9/11)

Dia berharap, penundaan ini bisa disikapi bijak oleh masing-masing instansi. Sehingga, bisa tetap melanjutkan penataan organisasi, sekaligus penataan pegawai agar tetap mampu mendukung optimalisasi capaian kinerja.

Kepala biro hukum , komunikasi dan informasi kemenPANRB herman suryatman menambahkan penundaan ini dilakukan lantaran pemerintah masih memerlukan perhitungan dan kajian yang lebih mendalam tentang kebutuhan PNS baru. Ada beberap hal yang menjadi pertimbangan yakni proporsi belanja pegawai dan ketersedian anggaran secara umum. “karenanya pengadaan CPNS 2016 yang dikecualikan dari moratorium ditangguhkan,” ujarnya. Disinggun soal batas waktu penangguhan, herman tak memberi jawaban pasti. Dia hanya menuturkan, hingga tahun depan pasca kajian rampung.

Dia pun menegaskan kembali, bahwa penangguhan hanya untuk jalur umum. Sementara untuk jalur khus seperti bidang PTT dan guru digaris terdepan, seleksi sudah dilakukan oleh masing-masing kementrian.”ini kan jalur khusus. Tinggal tunggu pengumuman,”ungkapnya.

Semula, penerimaan CPNS instansi pusat, mulai dari pengumuman sampai pendaftaran diagendakan digelar mulai 1-19 oktober 2016. Seluruh instansi pusat pun sebelumnya sudah memperoleh persetujuan prinsip penambahan kebutuhan PNS. Bahkan, sudah mengajukan usulan formasi.
Sebelumnya, kepada badan kepegawaian negara (BKN) bima hariwibisana pernah menuturkan bial pemerintah melalui kementerian pendayagunaan aparatur negar dan reformasi birokrasi (kemenPANRB) telah mengajukan 13 ribu orang dari jalur umu. Jumlah tersebut hanya untuk instansi pusat dan posisinya strategis.

Sumber : koran pontianak post 10/11/16

Tuesday, November 8, 2016

Kondisi Madrasah Hidayatullah Diniyah Di Kabupaten Sambas Memprihatinkan

Ruangan Kelas MIS Hidayatullah Diniyah yang bikin miris
ZonaPendidikan- Madrasah Ibtidaiyah (MI) Swasta Hidayatullah Diniyah Dusun Dahlia Rt 2 rw 7 Desa Serunai Kecamatan Salatiga yang terdaftar di Departemen Agama dengan nomor KD 14.01/PP.00.5/1049/2009, kondisinya sangat memprihatinkan.

Bahkan karena tak juga disentuh pembangunan. Madrasah yang telah berdiri sejah 1954 dan diakui pada 1970 ini, mulai ditinggalkan. Saat ini hanya 12 siswa yang ada, terdiri dari  5 siswa di kelas 1, 2 di kelas 4, kelas 5 3 siswa dan kelas 6 2 siswa. Sementara kelas 2 dan 3 tidak ada muridnya.

Kepala MIS Hidayatullah Diniyah, Samsudi S.Pd menyebutkan sejak dirinya menjabat sebagai kepala yakni  pada 1989. Bangunan yang ada sampai sekarang belum pernah disentuh dengan pembangunan. Sehingga sepuluh murid di empat kelas yang ada. Melakukan kegiatan belajar mengajar di dua ruang kelas yang masing-masing ukurang 5x5 meter yang ada, dengan fasilitas sangat seadanya.

Jangan bertanya sarana seperti perpustakan, wc atau lainnya. Lantai sekolah saja masih berlantaikan tanah. Itupun hasil sumbangan warga yang perihatin dengan kondisi sekolah. Kemudian ruang kelas tak ada pintunya, dinding banyak berlobang dan terbuak dan atap bocor.” Kalau musim hujan, biasanya air mengenai anak-anak yang belajar. Tak jarang aktivitas belajar mengajar dihentikan dan anak dipulangkan jika hujan dirasa lebat,”katanya.
Dari empat kelas yang ada tiga tenaga pengajar semuanya berstatus tenaga honor melaksanakan tugasnya di madrasah tersebut, yakni nani ismayanti (80) kabrani (63 dan samsudi (49).”saya sebagai kepala madrasah, juga sekaligus mengajar, “katanya.

Kondisi yang terlihat di madrasah yang berdiri di atas seluas 900 meter persegi ini terjadi lantaran sejak berdiri hingga sekarang, pembangunan atau renovasi belum dilakukan. Hal ini disebabkan, kekurang mampuan sekolah ditambah lagi tak adanya bantuan dari kementrian agama maupun pihak lainnya.

“awalnya bangunan ini milik warga. Kemudian dihibahkan yang diperuntukkan sekolah sejak tahun 80 an” katanya.
Meski demikian, madrasah ini sempat jaya dengan memiliki hingga ratusan. Namun lambat laun, jumlahnya terus menurun karena kalah bersaing dengan sekolah lain. Kemudian tak adanya sarana dan prasaran pendukung, sehingga tak lagi dipilih orang tua yang akan menyekolahkan anaknya.

Ditengan keterbatasan yang ada. Sebagai kepala madrasah, samsudi bersama guru yang ada akant erus berjuang melaksanakan tugasnya sebgai tengaga pengajar dan kepala madrasah demi masa depan anak-anak bangsa. Dirinya pun sangat berharap, apa yang dialami madrasahnya menjadi perhatian pihak terkait.

“mudah-mudahan ke depan madrasan dapat bantuan, agar bisa dibangun danramai siswa yang bersekolah,” kata kepala madrasah yang merupakan alumni sekolah tersebut.

Ditanya mengenai sarana penunjang belajar anak-anak yang ada. Seperti hanya buku pelajaran. MIS Hidayatul Diniyah pernah mendapatkan bantuan pada 2013 lalu. Sehingga dirinya pun mengaku sangat kekurangan mengenai buku-buku pelajaran untuk madrasanya.

Biaya operasional madrasah, hanya mengandalkan dana BOS dan untuk gaji tenaga pengajar kemenag. Pihaknya pun berupaya agar madrash yang ada terakreditasi.” Kita akan lakukan upaya-upaya agar sekolah ini tak sampai tutup. Kita ta akan mudah putus asa, meski proposal ke Kemenag, kemudian ke pihak lainnya sudah kami kirimkan namum sampai saat ini belum membuahkan hasil

Sumber: Koran Pontianak Post, Rabu, 9/11/2016

Wednesday, November 2, 2016

Gerakan Literasi Sekolah di SMA

ZonaPendidikan- Keterampilan membaca berperan penting dalam kehidupan kita karena pengetahuan diperoleh melalui membaca. Oleh karena itu, keterampilan ini harus dikuasai peserta didik dengan baik sejak dini. 

Rendahnya keterampilan tersebut membuktikan bahwa proses pendidikan belum mengembangkan kompetensi dan minat peserta didik terhadap pengetahuan. 

Praktik pendidikan yang dilaksanakan di sekolah selama ini juga memperlihatkan bahwa sekolah belum berfungsi sebagai organisasi pembelajaran yang menjadikan semua warganya sebagai pembelajar sepanjang hayat. 

Dalam rangka membudayakan kebiasaan membaca, Direktorat Pembinaan SMA memprogramkan pembinaan peningkatan minat membaca siswa SMA melalui gerakan literasi sekolah. Pada program tersebut, sekolah bersama dengan pemangku kepentingan lainnya memfasilitasi dan menggerakkan budaya membaca siswa.

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Sebagai pedoman bagi seluruh satuan pendidikan dasar maupun pendidikan menengah, berikut links download selengkapnya Buku Panduan Gerakan Literasi di Sekolah SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB selengkapnya, silahkan klik pada links berikut ini :

1.   Download Panduan Gerakan Literasi Sekolah di SD
2.   Download Panduan Gerakan Literasi Sekolah di SMP
3.   Download Panduan Gerakan Literasi Sekolah di SMA
4.   Download Panduan Gerakan Literasi Sekolah di SMK
5.   Download Panduan Gerakan Literasi Sekolah di SLB